Saturday, November 12, 2016

PENGARUH METODE DRILL PADA MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADITS TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI MTS NURUL FALAAH CIBADUNG KECAMATAN GUNUNGSINDUR KABUPATEN BOGOR


BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Masalah

Pendidikan pada era modern ini menjadi perbincangan hangat dalam kehidupan masyarakat. Pendidikan merupakan faktor utama dalam kemajuan suatu bangsa. Dengan pendidikan generasi penerus bangsa dibentuk dan dikembangkan semua potensi yang dimiliknya, agar menjadi manusia yang utuh, baik dari segi keilmuan maupun keperibadiannya sehingga dapat berperan aktif dalam membangun bangsa dan negaranya, sebagaimana yang tercantum dalam UUD Sistem pendidikan nasional pasal 3 tahun 2003 yang berbunyi : 
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri,dan menjadi warga negara yang demokratisserta bertanggung jawab.[1]
                                                    
Pendidikan merupakan usaha yang sengaja dan terencana untuk membantu perkembangan potensi dan kemampuan anak agar bermanfaat bagi kepentingan hidupnya sebagai seorang individu dan sebagai warga negara/masyarakat dengan memilih isi (materi), strategi kegiatan dan tekhnik penilaian yang sesuai. Dilihat dari sudut perkembangan yang dialami oleh anak, maka usaha yang sengaja dan terencana (yang disebut pendidikan) tersebut ditujukan untuk membantu anak dalam menghadapi dan melaksanakan tugas-tugas perkembangan yang dialaminya dalam setiap periode perkembangan. Dengan kata lain, pendidikan dipandang mempunyai peranan yang besar dalam mencapai keberhasilan dalam perkembangan anak.[2]
Fungsi pendidikan di negara kita adalah untuk mensukseskan pembangunan nasional dalam pengertian seluas-luasnya, karena pendidikan kita diarahkan kepada terciptanya manusia bertaqwa yang bermental membangun, yang memiliki keterampilan, berilmu pengetahuan sesuai dengan perkembangan pembangunan negara, serta memiliki akhlak yang luhur dengan keperibadian yang utuh dan harmonis rohaniyah dan jasmaniyah.
Dalam Hubungan ini pendidikan agama Islam khususnya berfungsi untuk membentuk manusia pembangun yang bertaqwa kepada Allah SWT kecuali yang memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan, juga memiliki kemampuan mengembangkan diri (individualitas) bermasyarakat (sosialitas) serta kemampuan untuk bertingkah laku berdasarkan norma-norma susila menurut agama Islam.[3]
Sebenarnya  pelajaran agama Islam di sekolah-sekolah baik tingkat rendah maupun menengah sudah lama berjalan di negeri inibegitu juga di negara-negara Islam lainnya, persoalan yang selalu ditimbulkan orang dipenggir jalan, di kedai kopi, di rumah, di sekolah, di surat kabar bahkan sampai di parlemen ialah : adakah pengetahuan Islam yang telah berhasil membentuk generasi muda yang akan memegang tampuk pimpinan dunia Islam pad awal abad ke-21 ? dengan kata lain sanggupkah sistem yang ada sekarang, baik kurikulum, pengajar, alat-alat mengajar dan lain sebagainya membentuk watak manusia yang diinginkan itu ? kalau sekedar pengetahuan tentang agama Islam saja memang cukup berhasil. Melihat kepada hasil ujian yang dikeluarkan oleh kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tiap tahun menunjukan bahwa hasil itu tidak kurang dari mata pelajaran lain seperti bahasa, geografi, ekonomi, kimia dan lain-lain, kalaupun tidak lebih baik dari itu semua, pendeknya kalau sekedar pengetahuan agama, anak-anak kita boleh dibanggakan dan kalau itulah ukuran keberhasilan tentulah soal kegagalan pelajaran agama tidak diperbincangkan sampai ke parlemen.[4]
Tujuan yang dipakai seorang guru sebagai petunjuk untuk memilih suatu atau serangkaiamn metode yang efektif, sangat mungkin terjadi bahwa berbagai cara serta kemungkinan untuk memakai lebih dari sebuah cara sekaligus.  Setiap metode mempunyai batas-batas kebaikan dan kelemahan, bukan saja terhadap tujuan tertentu, tetapi juga terhadap situasi tertentu. Jadi pada prinsipnya setiap penggunaan alat pembantu harus dapat mempertinggi efisiensi metode utama yang dipakai mengajar artinya bahwa setiap penggunaan alat itu harus membawa guru dan murid lebih dekat lagi pada tujuan yang ditentukan.[5]
Al-Qur’an merupakan kitab suci sekaligus petunjuk bagi setiap insan yang bertaqwa. Disamping itu isinya juga merupakan sumber rujukan terhadap pembentukan kehidupan baik di dunia dan diakhirat. Kewujudannya bermula sejak zaman Rasulallah SAW dahulu sampai sekarang. Oleh karena itu kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi pra syarat untuk memahami dan mengamalkan isi Al-Qur’an tersebut.
Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam mempunyai banyak fungsi, antara lain sebagai pedoman dan petunjuk dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Al-Qur’an juga merupakan sumber inspirasi penggalian ilmu pengetahuan yang sangat menaruh perhatian terhadap ilmu pengetahuan. 5 ayat Al-Qur’an yang turun pertama kali erat kaitannya dengan perintah mencari ilmu. Seperti yang tersurat dalam surat Al-Alaq ayat 1-5 :
اقْرَأْبِاسْمِرَبِّكَالَّذِيخَلَقَ (١)خَلَقَالإنْسَانَمِنْعَلَقٍ (٢)اقْرَأْوَرَبُّكَالأكْرَمُ (٣)الَّذِيعَلَّمَبِالْقَلَمِ (٤)عَلَّمَالإنْسَانَمَالَمْيَعْلَمْ (٥)
“ Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”.

Inilah ayat-ayat pertama yang diturunkan Allah SWT dari Al-Qur’an dan ia berupa rahmat Allah SWT yang terbesar bagi umat manusia. Dalam ayat-ayat permulaan ini Allah SWT menyuruh nabi Muhammad SAW supaya suka membaca dan memperhatikan ayat bukti-bukti kebesaran Allah SWT di alam ini, tetapi bacaan, perhatian itu harus dilandasi dengan selalu mengharap petunjuk hidayah dari Allah SWT.